Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Kolaborasi Pementasan Drama Mata Pelajaran Sejarah dan Bahasa Indonesia

//Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Kolaborasi Pementasan Drama Mata Pelajaran Sejarah dan Bahasa Indonesia

Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Kolaborasi Pementasan Drama Mata Pelajaran Sejarah dan Bahasa Indonesia

Beberapa tahun terakhir, banyak murid yang mengalami learning loss. Learning Loss merupakan berkurangnya pengetahuan dan keterampilan secara akademis. Keadaan ini menggambarkan bahwa murid kehilangan pembelajaran atau tidak belajar apa-apa. Hal ini disebabkan karena peralihan pembelajaran daring menjadi luring tanpa perlakuan transisi yang matang.  Sehingga ketika murid berada di dalam kelas agak sulit memahami sebuah materi yang disampaikan dalam pembelajaran.

Berdasarkan kondisi tersebut, mata pelajaran Sejarah Indonesia dan Bahasa Indonesia melakukan sebuah kolaborasi dalam bentuk Pementasan Drama. Pementasan drama ini dilaksanakan pada Kamis, 9 Juni 2022 dan menjadi Penilaian Akhir Tahun bagi murid kelas XI yang terdiri dari 3 kelas, yakni Kelas XI MIPA 1 (Peristiwa yang terjadi disekitar proklamasi), XI MIPA 2 (Pertempuran Surabaya 10 November 1945), dan XI MIPA 3 (Peristiwa G30S 1965).

Poin yang menjadi penilaian dalam pementasan drama ini adala penghayatan karakter/penokohan, intonasi, dan pelafalan dialog dari setiap tokoh. Hal terpenting yang menjadi penilaian bagi guru adalah kerjasama yang dilakukan oleh setiap murid baik yang melakonkan seorang tokoh maupun yang berada di belakang layar. Ini menjadi alasan berikutnya, mengapa kemudian kedua mapel ini melakukan kolaborasi yakni untuk menghasilkan sebuah proyek yang tidak hanya terfokus kepada produk yang dihasilkan, melainkan terfokus pada sikap tanggung jawab dan kerjasamanya dalam mengemban amanah yang telah diberikan oleh gurunya.

Setelah pementasan drama tersebut berlangsung, murid merasakan sebuah pembelajaran yang baru dan menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi mereka dalam proses pembelajarannya, meskipun tidak dilaksanakan di dalam kelas. Salah satu siswa yang memerankan tokoh fatmawati dalam pentas yang berjudul Peristiwa yang terjadi di sekitar Proklamasi mengungkapkan bahwa “Setelah melakukan dan memerankan sebah tokoh dalam pementasan ini, saya menjadi lebih memahami dan memaknai peran setiap tokoh pahlawan. Ini menjadi pengalaman yang baru bagi saya, dan menumbuhkan sikap nasionalisme bagi diri saya pribadi”. Ungkap Siti nurmasuci yang memerankan tokoh Fatmawati dalam pentas drama tersebut.

Pementasan drama ini menjadi bentuk implementasi kurikulum merdeka, meskipun SMA Negeri 11 Pinrang baru akan menerapkan kurikulum merdeka dengan kategori Mandiri Berbagi pada tahun ajaran 2022/2023. Kepala UPT SMA Negeri 11 Pinrang dalam hal ini Bapak Drs. Syukur,M.Pd. mengungkapkan bahwa “Kedepannya semoga lebih banyak lagi mata pelajaran yang melakukan kolaborasi dan menghasilkan proyek sesuai dengan P4 (Proyek Penguatan Profil Pancasila), selain itu diharapkan juga pada penilaian akhir tahun menjadi sebuah bentuk hiburan bagi murid-murid dalam menutup pembelajarannya di semester tersebut.”

By |2022-06-13T10:46:46+00:00June 9th, 2022|Uncategorized|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment