IHT IKM Hari Kedua SMAN 11 Pinrang, Membangun Profil Pelajar Pancasila dan Asesmen Pembelajaran

//IHT IKM Hari Kedua SMAN 11 Pinrang, Membangun Profil Pelajar Pancasila dan Asesmen Pembelajaran

IHT IKM Hari Kedua SMAN 11 Pinrang, Membangun Profil Pelajar Pancasila dan Asesmen Pembelajaran

UPT SMA Negeri 11 Pinrang secara mandiri telah mendaftarkan diri sebagai sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah. Sekolah yang memiliki slogan Unggul, Cerdas Berkarakter telah berupaya dengan menempuh berbagai cara agar eksistensinya mendapat pengakuan sebagai sekolah boarding school yang unggul cerdas dan berkarakter. Selanjutnya untuk mewujudkan peserta didik yang memiliki jiwa Profil Pelajar Pancasila di lingkungan SMA Negeri 11 Pinrang, Kepala Sekolah Drs. Syukur, M.Pd selaku pemangku kebijakan telah membentuk Komite Pembelaran yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan IHT, menganalisis kebutuhan guru dan memfasilitasi kegiatan untuk pengembangan diri bagi guru-guru di sekolah.

Pelaksanaan In House Training (IHT) ini dilaksanakan selama tiga hari secara tatap muka dan diikuti oleh 39 peserta yang seluruhnya adalah guru-guru SMA Negeri 11 Pinrang. Pada hari kedua materi pertama yang disajikan adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) oleh narasumber Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd sekaligus Kepala SMA Islam Athirah Makassar, materi kedua Asesmen Pembelajaran oleh narasumber Mustafa, STT.Par. M.Pd yang merupakan Instruktur Nasional Kurikulum Merdeka, dilanjutkan praktik baik Asesmen Pembelajaran dipandu oleh Nurpadliah Rasyid, S.Pd., M.Pd dan pendampingan terakhir adalah penetapan Komite Pembelajaran oleh Handia Asyik, S.Pd., M.Pd selaku ketua panitia pelaksana kegiatan IHT.

Kegiatan IHT Implementasi Kurikulum hari kedua SMA Negeri 11 Pinrang dilaksanakan mulai pukul 08.00 sampa dengan pukul 17.00 bertempat di ruang rapat. Kegiatan ini berlangsung dengan baik sesuai jadwal. Materi yang disajikan oleh para narasumber disambut antusias oleh para peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para peserta selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta Rahmaniar, S.Pd yang mengampu pelajaran Geografi mengajukan pertanyaan terkait asesmen pembelajaran. Yang memacu antusiasme para guru adalah penyampaian yang jelas, runtun, detail dan excite dari para narasumber.

Gambaran tentang Kurikulum Merdeka dikupas tuntas oleh para narasumber. Asesmen diagnostic yang merupakan asesmen dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik sehingga pembelajaran dapat dirancang  sesuai dengan kompetensi, kebutuhan dan kondisi peserta didik di kelas.

Materi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang disampaikan oleh narasumber adalah bentuk perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan norma-norma Pancasila dengan ciri enam dimensi yaitu Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia, Berkebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, Bernala kritis dan Mandiri. #handia

By |2022-06-14T13:08:17+00:00June 14th, 2022|Uncategorized|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment