Sambut Tahun Pelajaran Baru, SMA Negeri 11 Pinrang Terapkan Asesmen Diagnostik sebagai wujud Implementasi Kurikulum Merdeka

//Sambut Tahun Pelajaran Baru, SMA Negeri 11 Pinrang Terapkan Asesmen Diagnostik sebagai wujud Implementasi Kurikulum Merdeka

Sambut Tahun Pelajaran Baru, SMA Negeri 11 Pinrang Terapkan Asesmen Diagnostik sebagai wujud Implementasi Kurikulum Merdeka

Memasuki tahun pelajaran 2022/2023 berbagai Workshop ataupun In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka dilaksanakan oleh berbagai sekolah yang akan menerapkan kurikulum merdeka, tak terkecuali Cabang Dinas Pendidikan wilayah VIII (Pinrang, Parepare, Barru). Pelaksanaan IHT dan Workshop ini sebagai bentuk pendampingan Bapak Ibu guru untuk menyusun perangkat ajar kurikulum merdeka, seperti Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Modul Ajar.

Untuk menyusun perangkat pembelajaran tersebut guru perlu melakukan sebuah asesmen untuk memperoleh informasi mengenai murid terkait pembelajaran yang akan dilakukan. Asesmen yang dilakukan kali ini adalah asesmen diagnostik. Asesmen Diagnostik merupakan langkah awal yang dilakukan oleh pendidik sebelum menyusun pembelajaran yang akan dilakulan di dalam kelas. Asesmen diagnostik dilakukan untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, dan kelemahan peserta didik sehingga pembelajaran yang dirancang nantinya berbasis pada kemampuan yang dimiliki oleh murid.

Asesmen diagnostik merupakan langkah penting bagi seorang guru untuk mengetahui kondisi awal murid. Berdasarkan hal tersebut, SMA Negeri 11 Pinrang menerapkan Asesmen Diagnostik yang dilakukan pada hari Sabtu, 16 Juli 2022. Pelaksanaan asesmen ini ditujukan untuk murid kelas X dengan jumlah 120 murid. Jenis asesmen yang dilakukan adalah asesmen diagnostik non kognitif sehingga pertanyaan yang diberikan kepada murid disusun oleh guru BK dalam hal ini Ibu Hadyani, S.Sos.i dan Ibu Fikra Paradillah T,S.Pd. Ada beberapa bentuk pertanyaan yang diberikan diantaranya multiple choice dan fill-in test.

“Asesmen ini bertujuan untuk mengetahui kondisi atau keadaan siswa baik profil siswa, gaya belajar, bakat/talenta, arah bakat/minat karier, sifat siswa apakah lebih condong ke arah introvert atau ekstrovert, cara beradaptasi, serta interaksi dari siswa tersebut” Ungkap Ibu Hadyani saat menerapkan asesmen diagnostik, Sabtu (16/7/2022).

Hasil dari asesmen ini nantinya diberikan ke setiap guru Mata Pelajaran di SMA Negeri 11 Pinrang dan menjadi pijakan untuk menentukan strategi pembelajaran yang akan digunakan sesuai dengan karakteristik murid.

“Semoga dengan adanya asesmen diagnostik non kognitif yang dilakukan oleh Guru BK, dapat menemukan, mengembangkan, mengarahkan Bakat minat dari setiap murid sehingga tercipta proses Belajar mengajar yang saling melibatkan antara murid dan guru”. Lanjut ibu Hadyani.

Terlaksananya asesmen diagnostik ini memberikan semangat tersendiri bagi para guru untuk menyesuaikan model dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid. Sejalan dengan hal tersebut Wakasek Kesiswaan, Syaifuddin, SH., S.Pd., M.Pd. memberikan tanggapan dalam pelaksanaan asesmen diagnostik “Sesuai dengan imbauan pemerintah dalam implementasi kurikulum merdeka, guru diharapkan melakukan asesmen diagnostik sebelum melakukan pembelajaran. Hal ini bertujuan agar pembelajaran nantinya menyesuaikan karateristik murid yang sangat beragam dan setiap guru dapat memfasilitasi keberagaman tersebut “. Ungkapnya ketika melihat proses asesmen diagnostik non kognitif yang dilakukan di LABKOM SMA Negeri 11 Pinrang, Sabtu (16/7/2022).

 

 

 

By |2022-07-16T12:06:54+00:00July 16th, 2022|Uncategorized|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment